Untuk 2026, DEWA memperkirakan volume OB sekitar 150 juta BCM, terdiri dari 139 juta BCM dari tambang KPC dan Arutmin serta tambahan 8 juta-10 juta BCM dari SSC. Total material yang dipindahkan diperkirakan lebih dari 160 juta BCM, dibandingkan 148 juta BCM pada 2025.
Kapasitas OB bulanan DEWA juga terus meningkat. Pada September 2026, kapasitas mencapai 14 juta BCM, naik dari 11,9 juta BCM pada Mei 2026 dan 6,6 juta BCM pada awal 2024. Sementara kapasitas batu bara telah mencapai 1,7 juta ton per bulan.
Manajemen memperkirakan kapasitas tersebut masih akan meningkat hingga Desember 2026 seiring dengan peningkatan aktivitas SSC, meskipun faktor cuaca pada kuartal IV menjadi risiko yang perlu diperhatikan.
Di sisi lain, DEWA masih mengejar peluang tambahan di KPC dengan dukungan armada baru yang lebih hemat bahan bakar. Peluang tersebut dapat memberikan tambahan volume hingga 150 juta BCM dalam jangka panjang.
Target Harga Diturunkan
Meski prospek operasional dinilai semakin kuat, Benyamin dan Alden menurunkan target harga DEWA menjadi Rp780 dari sebelumnya Rp1.260. Riset tersebut tetap mempertahankan rekomendasi beli.