“BBCA berada dalam posisi berbeda karena CASA saja telah melampaui total kreditnya, sementara portofolio surat berharga sebesar Rp394 triliun memberikan tambahan penyangga (buffer) likuiditas,” kata Posmarito.
SAL Bikin Angka Likuiditas Bank BUMN Terlihat Lebih Longgar
UOB Kay Hian menilai penempatan SAL pemerintah juga membuat indikator pendanaan bank BUMN terlihat lebih kuat dari kondisi dasarnya.
BMRI memiliki SAL sekitar Rp104 triliun pada akhir Agustus 2026. Jika saldo tersebut dikeluarkan dari perhitungan, UOB Kay Hian memperkirakan LDR BMRI mencapai 101 persen, dibandingkan 94,4 persen sebagaimana yang dilaporkan.
Pertumbuhan TD BMRI juga diperkirakan hanya sekitar 17 persen yoy, dibandingkan 47,8 persen yang tercatat.
Di BBNI, penghapusan SAL sebesar Rp95,6 triliun dari perhitungan akan meningkatkan LDR dari 86,9 persen menjadi sekitar 95 persen. Pertumbuhan TD juga turun dari sekitar 64 persen menjadi 24 persen.