Sementara itu, kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tumbuh 17,6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan CASA sebesar 8,2 persen. Deposito berjangka (time deposit/TD) BMRI bahkan melonjak 47,8 persen, dengan LDR mencapai 94,4 persen.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat LDR lebih rendah, yakni 86,9 persen. Namun, pertumbuhan TD mencapai 63,7 persen.
Meski likuiditas membaik, biaya pendanaan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi tersebut.
Beban bunga BBCA turun 3,8 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2026, tetapi masing-masing naik 1,2 persen di BMRI dan 5,8 persen di BBNI.
“Meski demikian, manajemen beberapa bank mengindikasikan bahwa suku bunga deposito khusus mulai turun,” ujar Posmarito.