IDXChannel – Kondisi pendanaan perbankan mulai membaik sejak kuartal II-2026, tetapi biaya dana masih relatif tinggi.
Di tengah kondisi tersebut, bank-bank BUMN menghadapi tantangan lebih besar untuk mempertahankan pertumbuhan kredit karena masih bergantung pada sumber pendanaan di luar dana murah serta likuiditas pemerintah.
Analis UOB Kay Hian Posmarito Pakpahan mengatakan tekanan likuiditas paling berat terjadi pada April-Juni 2026. Setelah periode tersebut, tekanan pendanaan mulai mereda, meski respons perbankan berbeda-beda.
“Bank swasta tetap relatif berhati-hati terhadap pertumbuhan kredit, sementara bank BUMN atau Himbara terus tumbuh lebih cepat, didukung penempatan likuiditas pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL), deposito berjangka, serta sumber pendanaan lainnya,” tulis Posmarito dalam riset yang terbit 21 September 2026.
Posmarito mencatat kredit PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tumbuh 10,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus 2026, sejalan dengan pertumbuhan dana murah atau current account and savings account (CASA) sebesar 10,8 persen. Loan to deposit ratio (LDR) BBCA berada di level 81 persen.