"Kalau kita mau kirim LNG, contohnya ke Jepang atau ke Korea, langsung saja. Kenapa harus parkir di negara lain?" tegasnya.
Menurut Bahlil, praktik pengiriman melalui negara perantara berpotensi membuat negara tersebut memperoleh keuntungan ekonomi dari aktivitas perdagangan komoditas Indonesia. Padahal, sumber daya alam tersebut berasal dari Indonesia dan seharusnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara.
Dia menambahkan, hubungan perdagangan antarnegara harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati. Indonesia, kata dia, perlu memberikan respons yang sepadan apabila kepentingan nasional tidak dihormati oleh negara mitra.
"Kalau mereka sayang kita, kita pastikan mereka. Tapi kalau mereka agak kurang sayang, kita juga harus memberikan kadar yang sama. Jangan cinta bertepuk sebelah tangan," kata Bahlil.
(Febrina Ratna Iskana)