Seperti diketahui, Singapura kerap dijadikan hub logistik dan keuangan yang di Asia Tenggara. Hal ini juga turut memimbulkan praktik ekspor dari Indonesia ke negara tujuan, kerap melalui Singapura baru dikirim kembali ke negara tujuan.
Perusahaan dari dalam negeri kerap menjadikan Singapura sebagai hub karena pertimbangan regulasi pajak, kepastian hukum, hingga fasilitas perbankan global.
Di sisi lain, Singapura punya pelabuhan raksasa dan jaringan pelayaran global yang memungkinkan pengalihan atau konsolidasi muatan sebelum dikirim ke negara pembeli akhir.
"Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu. Hanya setempel, baru dia bilang, ini ekspor by negara dia, dari mana barang kamu? Langsung saja, saya enggak bisa diolah-olah oleh mereka ini, enggak bisa," kata Bahlil.
Begitu pula dengan pengiriman gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke Jepang maupun Korea Selatan. Bahlil meminta agar pengiriman dilakukan langsung menuju negara pembeli.