Menurutnya, perkembangan transaksi digital perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai potensi risiko kejahatan siber.
“Penguatan keamanan perbankan digital tidak hanya bergantung pada sistem teknologi yang digunakan bank, tetapi juga pada tingkat kewaspadaan nasabah. Karena itu, edukasi mengenai modus phishing, website palsu, dan perlindungan data pribadi perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat semakin memahami cara bertransaksi dengan aman,” ujar Faris.
Ia menambahkan, langkah perbankan dalam memperluas edukasi keamanan digital dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.
“Inisiatif edukasi yang dilakukan perbankan, termasuk Bank Woori Saudara, merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran nasabah terhadap keamanan transaksi. Semakin baik pemahaman masyarakat dalam mengenali modus penipuan, semakin besar pula peluang untuk mencegah kerugian akibat kejahatan digital,” imbuh dia. (Aldo Fernando)