sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Woori Saudara (SDRA) Dorong Kesadaran Keamanan Digital Hadapi Maraknya Modus Penipuan

Banking editor Tim IDXChannel
03/11/2026 09:05 WIB
Meningkatnya aktivitas transaksi keuangan digital turut diikuti dengan semakin beragamnya modus penipuan yang menyasar masyarakat.
Bank Woori Saudara (SDRA) Dorong Kesadaran Keamanan Digital Hadapi Maraknya Modus Penipuan. (Foto: BWS)
Bank Woori Saudara (SDRA) Dorong Kesadaran Keamanan Digital Hadapi Maraknya Modus Penipuan. (Foto: BWS)

IDXChannel – Meningkatnya aktivitas transaksi keuangan digital turut diikuti dengan semakin beragamnya modus penipuan yang menyasar masyarakat, termasuk nasabah perbankan.

Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan cara untuk memperoleh informasi pribadi dan mengakses rekening korban, mulai dari penyebaran website palsu dan phishing hingga penyamaran sebagai petugas bank melalui telepon maupun aplikasi pesan instan.

Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah penggunaan website palsu yang menyerupai situs resmi perbankan.

Pelaku biasanya menyebarkan tautan melalui pesan singkat, WhatsApp, email, atau media sosial dengan alasan pembaruan data, verifikasi rekening, hingga pemberitahuan perubahan biaya layanan. Korban yang mengakses tautan tersebut kemudian diarahkan untuk memasukkan informasi rahasia, seperti username, password, PIN, atau kode One Time Password (OTP).

Modus phishing juga berkembang melalui pesan yang dibuat untuk menciptakan kesan mendesak.

Pelaku dapat mengatasnamakan bank dengan menyampaikan informasi mengenai pemblokiran rekening, transaksi mencurigakan, atau kewajiban memperbarui data nasabah. Untuk meningkatkan kepercayaan korban, pelaku tidak jarang menggunakan identitas visual dan nama lembaga keuangan.

Selain itu, penipuan digital dapat dilakukan melalui penyebaran file aplikasi berbahaya berformat APK melalui aplikasi pesan instan, penyamaran sebagai petugas layanan pelanggan, hingga penawaran hadiah atau promosi palsu.

Berbagai metode tersebut umumnya bertujuan mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi atau akses terhadap layanan keuangan digital.

Ancaman penipuan digital tersebut tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga 30 September 2026, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 702.342 laporan penipuan transaksi keuangan sejak mulai beroperasi pada November 2024.

Dari 1,37 juta rekening yang dilaporkan dan terverifikasi, sebanyak 702.833 rekening telah diblokir. Total dana korban yang berhasil diblokir mencapai Rp811,1 miliar.

Seiring berkembangnya modus kejahatan digital, peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat perlindungan nasabah.

Edukasi yang berkelanjutan diperlukan agar masyarakat dapat mengenali indikasi penipuan sebelum memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi keuangan.

Di tengah kondisi tersebut, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS terus melakukan edukasi keamanan digital melalui berbagai kampanye untuk meningkatkan kewaspadaan nasabah terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan lembaga perbankan.

Edukasi tersebut mencakup pengenalan website palsu dan modus phishing, serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi perbankan, seperti PIN, password, kode OTP, dan data pribadi.

BWS juga mengingatkan nasabah untuk memastikan keaslian alamat website maupun kanal komunikasi sebelum mengakses layanan atau memberikan informasi terkait rekening.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, BWS mendorong nasabah untuk membangun kebiasaan bertransaksi secara aman sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengenali berbagai modus kejahatan digital.

Upaya tersebut juga menekankan bahwa keamanan transaksi keuangan membutuhkan kewaspadaan dan keterlibatan aktif pengguna layanan perbankan.

Dalam panduan keamanan layanan digitalnya, BWS mengimbau nasabah untuk menggunakan alamat website resmi, menjaga kerahasiaan informasi login, serta tidak memberikan username maupun password kepada pihak yang mengatasnamakan petugas bank melalui telepon atau email.

Nasabah juga dapat melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi BWS, termasuk website www.bankwoorisaudara.com, layanan BWS Call 1500-012, dan WhatsApp resmi di +62 811-1908-1906.

Senior Investment Advisor PT Wirdharma Jayendra Investama, Faris Syaifullah, menilai edukasi keamanan digital semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan layanan perbankan berbasis teknologi.

Menurutnya, perkembangan transaksi digital perlu diimbangi dengan pemahaman masyarakat mengenai potensi risiko kejahatan siber.

“Penguatan keamanan perbankan digital tidak hanya bergantung pada sistem teknologi yang digunakan bank, tetapi juga pada tingkat kewaspadaan nasabah. Karena itu, edukasi mengenai modus phishing, website palsu, dan perlindungan data pribadi perlu dilakukan secara konsisten agar masyarakat semakin memahami cara bertransaksi dengan aman,” ujar Faris.

Ia menambahkan, langkah perbankan dalam memperluas edukasi keamanan digital dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis teknologi.

“Inisiatif edukasi yang dilakukan perbankan, termasuk Bank Woori Saudara, merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran nasabah terhadap keamanan transaksi. Semakin baik pemahaman masyarakat dalam mengenali modus penipuan, semakin besar pula peluang untuk mencegah kerugian akibat kejahatan digital,” imbuh dia. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement