IDXChannel—Indonesia dan Turki menjajaki penguatan kerja sama perdagangan melalui Preferential Trade Agreement (PTA) untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara.
Penjajakan ini diharapkan membuka peluang perdagangan produk yang saling komplementer, memperkuat rantai pasok industri, serta mendorong investasi dan kemitraan dunia usaha.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Turki, Ömer Bolat, di Istanbul, Turki, Minggu (1/11/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
“Hubungan baik antara kedua pemimpin negara perlu kita manfaatkan untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret, khususnya di bidang perdagangan dan investasi. Indonesia terbuka untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua negara. Kami juga berharap nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Turki dapat terus meningkat menuju USD 10 miliar,” ujar Wamendag Dyah Roro Esti Widya Putri dalam keterangan resminya (2/11/2026).
Menurutnya, pertemuan kali ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama perdagangan dan investasi Indonesia-Turki, termasuk melalui penjajakan PTA serta peningkatan komunikasi antarpelaku usaha