IDXChannel – Penghapusan bobot saham-saham High Shareholding Concentration (HSC) dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum banyak mengubah dominasi konglomerasi di pasar saham domestik.
Ketika empat saham HSC milik grup besar kehilangan bobot indeks, sejumlah saham afiliasi yang masih bertahan justru memperoleh porsi lebih besar, terutama SMMA dan AMMN.
Berdasarkan perhitungan yang diolah dari data BRI Danareksa Sekuritas, bobot gabungan delapan saham afiliasi konglomerasi, yakni SMMA, AMMN, TPIA, BRPT, BRMS, EMAS, MDKA, dan BUMI, meningkat dari sekitar 12,2 persen menjadi 15,2 persen setelah penyesuaian pembobotan pada Senin (2/11/2026).
Angka tersebut merupakan hitung-hitungan IDXChannel berdasarkan data dalam presentasi sekuritas tersebut.
Sebelum rebalancing, empat saham HSC terbesar menyumbang sekitar 9,3 persen bobot IHSG. Keempatnya adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar 3,6 persen, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) 3 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 1,4 persen, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 1,3 persen.