Namun, upaya menembus pasar internasional tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Pelaku usaha juga perlu memastikan produknya memenuhi standar mutu dan persyaratan yang berlaku di negara tujuan ekspor.
Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Donny Purnomo Januardhi Effyandono, mengatakan bahwa persyaratan sertifikasi di setiap negara berbeda dan prosesnya bisa cukup rumit.
Biaya untuk memenuhi persyaratan tersebut juga dapat menjadi beban bagi nelayan dan produsen produk olahan perikanan.
Karena itu, BSN mendorong BBP3KP KKP untuk memperluas layanan sertifikasi sesuai dengan persyaratan negara tujuan ekspor. Dengan layanan yang lebih terpadu, proses pengujian diharapkan lebih efisien dan biaya sertifikasi lebih terjangkau bagi pelaku usaha.
Sementara itu, untuk pasar domestik, KKP juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi pemanfaatan ikan sebagai sumber protein, terutama bagi anak sekolah.