sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

GWM Dipangkas, BNI (BBNI) Siap Genjot Kredit Produktif

Banking editor Anggie Ariesta
23/10/2026 17:35 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunka Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunka Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap. (Foto: Ist)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunka Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyambut positif langkah Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan ruang likuiditas perbankan melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, tambahan ruang likuiditas hasil penyesuaian GWM tersebut akan dimanfaatkan untuk mendorong ekspansi pembiayaan yang terukur dan prudent.

"BNI terus mengoptimalkan fungsi intermediasi agar pembiayaan perbankan dapat mendukung kegiatan usaha dan investasi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja. Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas kredit dan ketahanan perusahaan," ujar Okki dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).

Seperti diketahui, BI memutuskan untuk memangkas GWM bank umum konvensional dari 9 persen menjadi 8 persen per 1 November 2026, dan kembali diturunkan menjadi 7 persen pada 1 Desember 2026. Sementara untuk bank umum syariah dan unit usaha syariah, GWM dipangkas dari 7,5 persen menjadi 6,5 persen pada November 2026 dan 5,5 persen pada Desember 2026.

Okki menambahkan, pelonggaran likuiditas oleh BI menjadi stimulus penting bagi perbankan nasional dalam memperluas jangkauan pembiayaan, dengan tetap memprioritaskan manajemen risiko yang ketat.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement