sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

OJK Harap Program Rekening Perbankan Gratis Tidak Berujung Jadi Akun Dormant

Banking editor Rohman Wibowo
23/10/2026 03:00 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap program pembukaan rekening perbankan secara gratis kepada masyarakat tidak hanya mengejar target kepemilikan semata.
OJK berharap program pembukaan rekening gratis kepada masyarakat tidak hanya mengejar target kepemilikan semata. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)
OJK berharap program pembukaan rekening gratis kepada masyarakat tidak hanya mengejar target kepemilikan semata. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap program pembukaan rekening perbankan secara gratis kepada masyarakat tidak hanya mengejar target kepemilikan semata. Dengan demikian, program yang memakan anggaran Rp1,28 triliun tidak berakhir menjadi rekening pasif atau dormant. 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa regulator menaruh perhatian serius terhadap keaktifan rekening tersebut untuk mencegah kerentanan keamanan finansial yang berpotensi dimanfaatkan oleh sindikat kejahatan digital.

Peningkatan rasio kepemilikan tabungan formal di kalangan generasi muda saat ini dinilai telah menunjukkan tren yang sangat positif di tingkat nasional. Kendati demikian, Friderica menegaskan bahwa tantangan perlindungan konsumen justru muncul ketika akun perbankan tersebut dibiarkan tanpa transaksi dalam kurun waktu lama.

"Sekarang 88 persen total pelajar di Indonesia sudah punya rekening lewat produk SimPel (Simpan Pelajar). Namun, masalah di konsumen ini jangan sampai jadi dormant, karena kalau kartunya lupa ditaruh atau PIN ketahuan orang lain, bisa disalahgunakan untuk pinjol," katanya selepas forum Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Risiko penyalahgunaan data dan pengambilalihan akun rekening pasif dinilai kian nyata seiring maraknya penipuan serta pinjaman daring ilegal yang memburu rekening menganggur. Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, otoritas perbankan bersama pelaku industri jasa keuangan terus menggencarkan edukasi dan literasi langsung ke sekolah-sekolah agar nasabah pemula memahami pentingnya menjaga keamanan informasi data perbankan pribadi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement