MUI juga mengajak masyarakat luas untuk menumbuhkan semangat gotong royong dalam menghadapi musibah ini. Warga diimbau saling membantu tetangga yang terdampak, aktif mengantisipasi kemunculan titik api baru di sekitar permukiman, serta menghentikan kebiasaan membakar sampah atau lahan secara sembarangan.
Sebagai bentuk penanggulangan secara spiritual, MUI menyerukan kepada seluruh umat Islam, ulama, serta pengurus masjid dan musala di seluruh Indonesia untuk mewaspadai bahaya kabut asap dan turut melakukan upaya pencegahan, khususnya di wilayah terdampak.
"MUI mengajak umat Islam untuk melaksanakan salat Istisqa secara berjamaah guna memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa berkah dan rahmat," bunyi tausiyah MUI.
MUI juga mengajak seluruh umat Islam untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh atas segala dosa dan kelalaian, termasuk perbuatan yang merusak alam dan lingkungan, serta memperbanyak istigfar dan membaca Qunut Nazilah dalam salat fardu sebagai ikhtiar spiritual memohon perlindungan dari musibah, bahaya kabut asap, dan bencana kekeringan.
(Dhera Arizona)