Tak hanya menjadi masalah nasional, krisis kabut asap akibat karhutla juga disebut telah meluas dan memberikan dampak serupa ke negara-negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura. Untuk itu, MUI menilai situasi karhutla saat ini sudah berada pada taraf darurat.
Atas dasar itu, MUI menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian ekstra dan kepemimpinan langsung hingga bencana karhutla ini benar-benar tuntas teratasi.
MUI juga mengimbau seluruh jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta para relawan untuk terus memperkuat sinergi. Seluruh sumber daya yang ada diharapkan dapat dikerahkan secara maksimal demi mempercepat pemadaman api di lapangan.
Di sisi lain, MUI mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. MUI menyarankan warga untuk selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga, salah satunya dengan konsisten menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta sebisa mungkin menghindari daerah berkategori risiko tinggi kabut asap.