Penasihat keselamatan, keamanan, dan risiko asal Inggris sekaligus mantan instruktur militer, John Phillips, mengatakan estimasi USD47,1 miliar sebaiknya dipandang sebagai akumulasi biaya sementara, bukan total pengeluaran akhir perang.
“Jika perang berlanjut tanpa hasil yang berkelanjutan, AS berisiko terus mengeluarkan biaya untuk mempertahankan tekanan militer sekaligus membangun kembali kemampuan yang telah terkuras,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, perang turut menekan masyarakat AS melalui kenaikan harga energi dan bahan bakar. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret mengganggu jalur distribusi minyak dan gas alam cair (LNG) yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan global. Harga solar di AS mencapai USD6,35 per galon pada Rabu, dibandingkan USD3,75 pada tahun sebelumnya, menurut data American Automobile Association.
(Rahmat Fiansyah)