IDXChannel - Shell mengumumkan laba bersih di atas ekspektasi sebesar USD10,81 miliar (Rp196 triliun) pada kuartal III-2026.
Dilansir dari Investing pada Jumat (30/10/2026), itu merupakan laba bersih tertinggi sejak 2022 dan melampaui ekspektasi USD10,33 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut didorong margin penyulingan yang lebih kuat dan harga gas alam cair yang lebih tinggi.
Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang kini memasuki bulan kesembilan, telah mengganggu pasokan energi global dan menyebabkan harga melonjak. Kondisi tersebut mendongkrak bisnis penyulingan Shell yang mengubah minyak mentah menjadi bahan bakar seperti solar.
Secara keseluruhan, laba di semua segmen bisnis Shell melebihi ekspektas. Bisnis gas menghasilkan laba USD3,04 miliar dibandingkan ekspektasi USD2,93 miliar, sementara bisnis hulu mencatat laba USD3,19 miliar dibandingkan ekspektasi USD3,10 miliar.