“Indonesia dapat menjadi salah satu produsen terkuat dan industrialisasinya dirasakan masyarakat Indonesia,” beber Brian.
Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan dukungan penuh pihaknya dalam pengembangan kratom. Menurut Taruna, potensi kratom perlu didukung pembuktian ilmiah guna menjamin keamanan, khasiat, hingga mutunya.
“BPOM mendukung penuh pemanfaatan kratom. Hilirisasi kratom perlu dilakukan secara bertahap. Pemanfaatannya sebagai obat bahan alam (OBA) atau suplemen kesehatan (SK) di Indonesia menunggu bukti ilmiah yang memadai,” kata Taruna.
Sebagai bentuk dukungan konkret, BPOM siap memberikan pendampingan kepada perguruan tinggi dan mitra industri yang ingin mengembangkan kratom. Pendampingan meliputi konsultasi standar mutu, desain uji praklinik dan klinik, hingga persyaratan fasilitas produksi.
Meski demikian, BPOM tetap mengharapkan dukungan Kemendiktisaintek untuk mengoordinasikan peta jalan (roadmap) penelitian kratom antarperguruan tinggi agar pelaksanaannya terarah dan tidak tumpang tindih.
(Nadya Kurnia)