IDXChannel—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membahas rencana pengembangan sekaligus hilirisasi kratom (Mitragyna speciosa) berbasis bukti ilmiah.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam sesi diskusi antara Kepala BPOM Taruna Ikrar dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulianto di kantor BPOM, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Brian Yulianto menuturkan bahwa pengembangan ini bukan sekadar mencari manfaat kesehatan kratom sebagai obat bahan alam (OBA) atau suplemen kesehatan (SK), melainkan juga menjadi langkah nyata hilirisasi.
Menurutnya, hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya hilirisasi di bidang herbal serta pemanfaatan kekayaan biodiversitas Indonesia.
Terlebih, kratom merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang memiliki potensi besar sebagai kandidat bahan baku obat dan produk kesehatan. Selain manfaat kesehatan, kratom juga memiliki nilai ekonomi tinggi, di mana nilai ekspornya mencatatkan angka USD27,13 juta pada 2022.