"Jadi yang pertama ini kan prosesnya masih berjalan. Jadi, draf RUU-nya sudah ada. Kami dari pemerintah sudah memberikan DIM, dan teman-teman dari DPR juga sekarang masih terus menggalang aspirasi dari Apindo, dari buruh serikat pekerja. Dan ini masih masih berjalan ya," kata dia.
Menurut Yassierli, pembahasan antara pemerintah dan DPR RI nantinya juga masih membuka ruang untuk berbagai masukan. Dirinya berharap proses pembahasan berlangsung transparan dan dapat menghasilkan regulasi yang mengakomodasi kepentingan industri maupun pekerja.
"Semua masukan-masukannya ada. Jadi, kita sesuai dengan harapan para buruh kita prosesnya transparan, teman-teman bisa mengikuti, dan nanti kita tentu berharap hasil yang terbaik nanti. Maju industrinya, sejahtera pekerjanya," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan, buruh kecewa setelah menerima draf RUU Ketenagakerjaan dari DPR RI. Menurutnya, isi draf tersebut jauh dari usulan yang sebelumnya telah disampaikan koalisi buruh kepada DPR.