sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BP BUMN Dorong Transformasi Perhutani, dari Bisnis Kayu Jadi Perdagangan Karbon

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
17/09/2026 23:00 WIB
BP BUMN mendorong transformasi bisnis dari Perum Perhutani dengan memanfaatkan potensi perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru.
BP BUMN Dorong Transformasi Perhutani, dari Bisnis Kayu Jadi Perdagangan Karbon. (Foto: iNews Media Group)
BP BUMN Dorong Transformasi Perhutani, dari Bisnis Kayu Jadi Perdagangan Karbon. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pengelola (BP) BUMN mendorong transformasi bisnis dari Perum Perhutani. Salah satunya memanfaatkan potensi perdagangan karbon sebagai sumber pendapatan baru sekaligus mengonversi bisnis kayu dan industri kayu.

Direktur Pengelolaan Perusahaan Umum BP BUMN, Muhammad Khoerur Roziqin mengatakan, saat ini sumber pendapatan Perum Perhutani masih cukup besar dari bisnis kayu dan industri kayu. Bahkan kontribusi pendapatan dari segmen ini diperkirakan tembus Rp1,5 triliun per tahun.

"Arahan BP BUMN untuk Perhutani, Perhutani itu kan saat ini dia natural capital itu dari kayu, tata air, carbon, wisata dan jasa lingkungan. Kita harapkan Perhutani tetap menjaga hutan, untuk instrumen ekonomi mulai bergerak ke carbon trading," ujarnya saat ditemui di Bandung, Kamis (17/9/2026).

Roziqin mengatakan saat ini Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan instrumen regulasi untuk penyelenggaraan perdagangan karbon di Indonesia. Ia meminta Perum Perhutani mulai mengukur potensi penangkapan karbon dari kawasan hutan yang saat ini dikelola.

"Kalau kita bisa bergerak Perhutani, ke arah carbon trading nanti, baik pembelinya dari internasional maupun domestik, harusnya pendapatan Perhutani dari menebang hutan yang saat ini Rp1,5 triliun per tahun, harusnya bisa di-cover dari carbon trading," tambahnya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement