sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ancaman Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Hadapi Risiko Pelemahan

Economics editor Anggie Ariesta
17/09/2026 11:56 WIB
The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen.
Ancaman Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Hadapi Risiko Pelemahan (Foto: iNews Media Group)
Ancaman Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Hadapi Risiko Pelemahan (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Keputusan Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen hingga 4 persen berpotensi menekan nilai tukar rupiah jauh lebih dalam.

Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menilai, kebijakan tersebut mengindikasikan pergeseran rezim moneter AS dari higher-for-longer menjadi higher-again di tengah persepsi inflasi yang kian persisten.

Perspektif tersebut seiring dengan pergerakan mata uang domestik pada Kamis (17/9/2026) pagi di pasar spot melemah 0,38 persen ke level Rp17.763 per USD tertekan oleh penguatan imbal hasil aset berdenominasi dolar AS pasca-pengumuman The Fed.  

Syafruddin menjelaskan, ancaman utama bagi emerging markets seperti Indonesia bukanlah pada besaran kenaikan 25 basis poin semata, melainkan pada akumulasi ekspektasi jalur suku bunga lanjutan. Sebanyak 16 dari 18 pembuat kebijakan di bank sentral AS memperkirakan setidaknya masih ada satu kenaikan lagi sebelum akhir 2026.

"Ancaman bagi rupiah bukan satu Fed hike, melainkan perubahan rezim dari higher-for-longer menjadi higher-again," kata Syafruddin dalam risetnya, Kamis (17/9/2026).

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement