Dalam kondisi tersebut, melemahnya pasar tenaga kerja dapat mengurangi urgensi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Pengetatan kebijakan moneter memang dapat membantu meredam tekanan harga, tetapi juga berisiko menekan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ketenagakerjaan.
Ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed pada pertemuan Oktober pun langsung berubah. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir bulan turun menjadi sekitar 18 persen, sementara peluang The Fed mempertahankan suku bunga meningkat menjadi hampir 82 persen.
Inflasi Masih Jadi Perhatian The Fed
Meski data ketenagakerjaan memberikan ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga, perhatian terhadap inflasi diperkirakan tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kebijakan moneter.
Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan mengatakan pada Kamis bahwa suku bunga perlu dinaikkan setidaknya 50 basis poin untuk meredam tekanan harga.
Sementara itu, Gubernur The Fed Lisa Cook memperingatkan bahwa inflasi yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu risiko besar pada 2027.