IDXChannel - Harga minyak mentah turun pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah investor menimbang risiko eskalasi konflik di Timur Tengah dengan tanda-tanda pemulihan aliran pasokan dari sejumlah wilayah produsen.
Melansir Investing, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Desember turun 2,7 persen menjadi USD99,69 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 3,5 persen menjadi USD89,64 per barel.
Kedua harga acuan itu sebelumnya melonjak pada perdagangan kemarin, masing-masing lebih dari USD4 untuk Brent dan USD2 untuk WTI.
Kenaikan ini terjadi setelah laporan Wall Street Journal menyebut Washington mempertimbangkan pengerahan kelompok kapal induk tambahan serta pasukan ke Timur Tengah. Rencana tersebut memicu kekhawatiran bahwa kembali pecahnya aksi militer terhadap Iran dapat mengganggu aliran minyak dari kawasan tersebut.
Presiden Donald Trump juga mengatakan kepada majalah Time bahwa aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran dapat kembali dilakukan setelah pemilu sela pada November. Trump juga menyatakan keraguan bahwa perdamaian dengan Teheran dapat tercapai.