IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026), seiring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) yang mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Pasar juga mencermati komentar pejabat Federal Reserve (The Fed) serta sejumlah data ekonomi yang dapat memengaruhi arah suku bunga.
Yield US Treasury tenor 30 tahun naik hingga 5,6206 persen, level tertinggi sejak Juni 2002. Sementara itu, yield hasil US Treasury tenor 10 tahun meningkat menjadi 5,293 persen, level tertinggi sejak Juni 2007.
Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26 persen menjadi 51.349,92. Indeks S&P 500 melemah 12,85 poin atau 0,17 persen menjadi 7.670,84, sedangkan Nasdaq Composite turun 22,84 poin atau 0,08 persen ke level 26.797,54.
Tekanan besar di pasar saham sempat mereda setelah imbal hasil obligasi turun dari level tertingginya. Penurunan harga minyak juga turut membantu meredakan tekanan setelah muncul tanda-tanda pemulihan ekspor dari Timur Tengah.
Selain itu, Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams mengatakan bank sentral AS masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum memutuskan kenaikan suku bunga berikutnya. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober turun menjadi 51,5 persen dari hampir 70 persen pada awal perdagangan, berdasarkan CME FedWatch.