sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak dan Imbal Hasil US Treasury Naik

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/09/2026 06:15 WIB
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah (US Treasury).
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah. (Foto: iNews Media Group)
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026), tertekan kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi pemerintah (US Treasury). Pasar juga mencermati ketidakpastian prospek kesepakatan damai terkait konflik Iran serta dampaknya terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Harga minyak sempat melonjak setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian dari Iran. Namun, kenaikan tersebut mereda setelah muncul ekspektasi bahwa mediator dari Qatar akan menggelar pembicaraan dengan kedua negara untuk mencari kemungkinan kesepakatan.

Harga minyak kembali menguat dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya turun dari level tertinggi pada awal bulan. Kekhawatiran terhadap prospek kesepakatan damai yang semakin menipis turut mendorong kenaikan harga minyak dan bahan bakar diesel, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi serta mendorong imbal hasil US Treasury.

Founding Partner Cresset Capital Management, Jack Ablin mengatakan, kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi inflasi dan suku bunga. Menurut dia, imbal hasil surat utang AS kini mulai terlihat lebih menarik dibandingkan saham.

“Perkembangan Iran mendorong harga minyak, harga minyak mendorong inflasi, dan inflasi mendorong suku bunga. Kami kini berada pada titik ketika suku bunga terlihat cukup menarik dibandingkan ekuitas,” ujar Ablin dikutip dari Reuters.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement