sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah usai Yield Obligasi 30 Tahun Tembus Rekor Tertinggi sejak 2002

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/09/2026 06:10 WIB
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026), seiring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah.
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026), seiring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah. (Foto: FT)
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026), seiring kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah. (Foto: FT)

Kenaikan harga minyak mentah dan bahan bakar diesel dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury, sementara sejumlah pejabat The Fed mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut jika tekanan harga tidak mereda.

Pasar kini menanti sejumlah data ekonomi penting AS. Data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) akan dirilis pada Rabu, sementara data pasar tenaga kerja akan berlanjut hingga laporan ketenagakerjaan pemerintah pada Jumat.

"PCE besok akan menjadi data penting, jadi kita akan melihat ke mana arahnya. Tingginya tingkat suku bunga dan harga bensin membuat konsumen berada dalam tekanan," kata Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey seperti dikutip dari Reuters.

Kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan biaya modal perusahaan dan membuat surat utang menjadi alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan saham. Kondisi tersebut juga berpotensi menekan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Dari sisi ekonomi, data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun 256.000 menjadi 7,079 juta pada Agustus 2026, di bawah perkiraan ekonom sebesar 7,225 juta. Secara terpisah, Conference Board melaporkan kepercayaan konsumen AS anjlok ke level terendah dalam hampir 12,5 tahun pada September.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement