IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, pulih dari penurunan awal dan ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks S&P 500 bangkit dari level terendah dua minggu setelah aksi jual obligasi global berbalik arah, menyusul lonjakan imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade.
Saham sempat tertekan pada awal perdagangan karena data ekonomi terus menunjukkan kondisi ekonomi yang kuat, namun disertai tekanan harga yang persisten. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi pada akhirnya dapat memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk bersikap lebih agresif dalam menaikkan suku bunga.
Dilansir dari Reuters, Jumat (2/10/2026), Dow Jones Industrial Average naik 20,69 poin atau 0,04 persen menjadi 50.926,74, kemudian S&P 500 menguat 14,94 poin atau 0,20 persen ke level 7.666,48, dan Nasdaq Composite menanjak 10,53 poin atau 0,04 persen menjadi 26.871,60.
Imbal hasil Treasury sempat melanjutkan kenaikan dengan obligasi acuan tenor 10 tahun mencapai level tertinggi dalam 24 tahun setelah menutup September dengan kenaikan kuartalan terbesar sejak 1994 dan menekan harga saham.