Tekanan ini terjadi setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan penurunan PMI manufaktur menjadi 54,5 bulan lalu dari 54,6 pada bulan Agustus, serta menunjukkan lonjakan harga input yang memicu kekhawatiran inflasi.
Imbal Hasil Treasury Berbalik Arah
Namun, imbal hasil kemudian turun saat pembeli mulai masuk ke pasar. Penurunan berlanjut setelah Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson mengisyaratkan bank sentral mungkin akan bersikap sabar sebelum kembali menaikkan suku bunga, menyusul kenaikan sebesar 25 basis poin pada September.
Imbal hasil Treasury AS tenor dua tahun turun sekitar 10 basis poin dan mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Agustus 2025.
"Meskipun valuasi telah turun, pasar masih belum bisa dikatakan murah, jadi saya tidak bersikap pesimistis (bearish) terhadap pasar saham. Pasar bisa terus melaju, namun saya memperkirakan volatilitas yang lebih tinggi baik di pasar saham maupun obligasi," ujar Chief Investment Officer Certuity, Scott Welch.
"Situasi pasar saat ini; kondisinya hanya sedikit berbeda dari situasi yang biasa dihadapi pelaku pasar selama beberapa tahun terakhir, dan hal ini memerlukan penyesuaian," katanya.