sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang

Market news editor Febrina Ratna Iskana
01/10/2026 06:45 WIB
Wall Street ditutup bervariasi yang mayoritas berakhir lebih rendah pada Rabu (31/9/2026) waktu setempat dipicu aksi jual jelang penutupan perdagangan.
Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang. (Foto: Yahoo Finance)
Wall Street Ditutup Bervariasi Akibat Aksi Jual, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Berkurang. (Foto: Yahoo Finance)

IDXChannel - Wall Street ditutup bervariasi yang mayoritas berakhir lebih rendah pada Rabu (31/9/2026) waktu setempat. Hal itu dipicu aksi jual yang terjadi pada setengah jam terakhir perdagangan.

Aksi  jual tersebut menghapus keuntungan yang sempat diraih sebelumnya karena berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober.

Gelombang pelemahan ini juga cukup untuk menyeret indeks acuan S&P 500 ke wilayah negatif untuk September. Indeks tersebut turun 0,2 persen dan ditutup pada level 7.655,90 poin, sehingga mencatatkan penurunan bulanan tipis sebesar 0,4 persen.

Indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi naik 0,2 persen dan berakhir di level 26.861,06 poin, sekaligus mencatatkan kenaikan 1,9 persen selama September. Sementara itu, indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones Industrial Average turun 0,8 persen dan berakhir di level 50.908,79 poin, mencatatkan penurunan 4,3 persen sepanjang bulan tersebut.

"Data PCE hari ini yang lebih rendah dari perkiraan memberikan kelegaan yang disambut baik, meskipun kemungkinan besar hanya sementara, bagi para investor yang cemas dan pasar yang bingung akibat tingginya harga minyak serta lonjakan suku bunga yang belum pernah terjadi dalam lebih dari 20 tahun terakhir," ujar CEO Longbow Asset Management, Jake Dollarhide, kepada Investing.com.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement