Rentetan data ini muncul di tengah lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade, yang secara tajam meningkatkan biaya pinjaman. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor: kekhawatiran inflasi terkait harga minyak, kekhawatiran mengenai besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sinyal kebijakan ketat (hawkish) dari The Fed, serta membengkaknya utang fiskal AS.
Indikator-indikator yang dirilis pada Rabu semakin menurunkan peluang pengetatan kebijakan di Oktober. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase bulan depan kini berada di kisaran 37 persen, turun dari hampir 51 persen pada hari sebelumnya.
"Kombinasi antara pertumbuhan yang lebih kuat, inflasi yang mereda, dan ketahanan pasar tenaga kerja merupakan hasil makroekonomi yang paling menguntungkan bagi pasar saham, serta menjadi sinyal soft landing (perlambatan ekonomi yang terkendali tanpa memicu resesi). Hal ini mengurangi risiko kenaikan suku bunga dalam waktu dekat sekaligus memvalidasi asumsi pertumbuhan laba perusahaan," ujar Chris Osmond, Chief Investment Officer di Fifth Third Wealth Advisors.
“Sektor teknologi, perusahaan yang terkait dengan AI, dan saham berkapitalisasi kecil (small-cap) adalah pihak yang paling diuntungkan: ekspektasi suku bunga yang lebih rendah menurunkan tingkat diskonto, sementara belanja konsumen yang kuat mendukung pertumbuhan pendapatan (top-line growth). Pemulihan data ADP merupakan kabar positif bagi sektor barang konsumsi non-pokok (consumer discretionary) dan keuangan, yang mengindikasikan bahwa kondisi pendapatan dan lapangan kerja tetap mendukung aktivitas belanja," tambahnya.
Rilis data tersebut juga sempat meredam aksi jual di pasar obligasi AS, yang menyebabkan imbal hasil (yield) Treasury turun. Instrumen berjangka waktu lebih pendek yang lebih sensitif terhadap suku bunga—seperti yield obligasi tenor 2 tahun—mengalami penurunan terbesar seiring berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.