Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa valuasi sembilan saham perbankan berada di bawah batas minus 2 SD historisnya, dengan tingkat deviasi yang berbeda-beda.
Meski demikian, PBV yang berada di bawah ambang historis tidak serta-merta berarti suatu saham sudah murah secara fundamental.
Investor tetap perlu mencermati kualitas aset, potensi pertumbuhan kredit, profitabilitas, pencadangan, serta prospek kinerja masing-masing bank sebelum mengambil keputusan investasi.
Indikator minus 2 SD sendiri merupakan ukuran statistik yang menunjukkan posisi valuasi relatif terhadap distribusi historis selama periode tertentu.
Karena itu, indikator ini lebih tepat digunakan sebagai titik awal untuk mengidentifikasi saham yang valuasinya menyimpang dari pola historis, bukan sebagai sinyal pasti bahwa harga saham akan segera berbalik naik. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.