Pada kelompok bank besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat memiliki PBV saat ini sebesar 2,29 kali, lebih rendah dibandingkan ambang minus 2 SD historisnya di level 3,08 kali. Selisihnya mencapai 25,6 persen.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga berada di bawah ambang tersebut. PBV BBRI tercatat sebesar 1,37 kali, dibandingkan batas historis 1,53 kali, atau lebih rendah 10,5 persen.
Sebaliknya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menunjukkan selisih yang lebih tipis terhadap ambang historisnya.
PBV BMRI tercatat sebesar 1,22 kali, sedikit di atas batas 1,16 kali, sedangkan BBNI memiliki PBV 0,74 kali, dibandingkan batas historis 0,65 kali.
Dua saham lainnya, yakni PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) dan BBTN, masing-masing memiliki PBV sebesar 0,34 kali dan 0,35 kali. Angka tersebut berada di atas ambang minus 2 SD historis masing-masing sebesar 0,28 kali dan 0,16 kali.