Di segmen B2B Infrastructure, pendapatan tumbuh 5,5 persen menjadi Rp7,1 triliun, ditopang layanan pusat data, konektivitas, dan penyewaan infrastruktur. Mitratel mencatatkan pendapatan Rp7,01 triliun dan laba bersih Rp1,55 triliun. Sementara itu, NeutraDC membukukan pertumbuhan pendapatan 17 persen menjadi Rp1,39 triliun, dengan EBITDA naik 35 persen. NeutraDC menargetkan pengembangan kapasitas pusat data hingga 400 megawatt (MW), dengan aspirasi mencapai 1 gigawatt (GW).

Segmen B2B ICT mencatatkan pendapatan Rp11,2 triliun atau meningkat 3,1 persen. Bisnis usaha kecil dan menengah menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan pendapatan 10,2 persen menjadi Rp3,3 triliun. Jumlah pelanggan Indibiz meningkat 10,9 persen menjadi 771.100 pelanggan. Adapun segmen International membukukan pendapatan Rp8,9 triliun, tumbuh 5,8 persen, didukung kenaikan pendapatan jaringan sebesar 50,2 persen menjadi Rp1,37 triliun.
Untuk memperkuat konektivitas internasional, Telin melanjutkan pengembangan jaringan kabel laut, termasuk proyek ICE 1 yang telah mendarat di Batam pada Juli 2026 dan INSICA yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026. Pengembangan tersebut mendukung penguatan Batam sebagai pusat konektivitas kabel laut yang terintegrasi dengan fasilitas pusat data NeutraDC.
“Pertumbuhan bisnis konektivitas internasional, termasuk pengembangan jaringan kabel laut dan hub Batam, menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperkuat infrastruktur digital Indonesia. Kami ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga memiliki peran strategis dalam ekosistem konektivitas regional dan global,” kata Nanang.
Di sisi transformasi, Telkom menjalankan empat pilar TLKM 30, yakni Operational & Service Excellence, Streamlining, Unlock Value, dan Modus-operandi Shift. Hingga kuartal III-2026, perseroan telah merampungkan penataan 14 entitas, terdiri atas divestasi tiga entitas, penutupan sembilan entitas, dan penggabungan dua entitas. TelkomGroup juga merealisasikan belanja modal Rp15,7 triliun atau 13,8 persen dari pendapatan, dengan 94,3 persen dialokasikan untuk segmen B2C dan B2B Infrastructure.