Di luar sentimen pasar, valuasi perseroan juga menarik dicermati. Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 dan asumsi harga saham Rp346 pada penutupan perdagangan 22 Oktober 2026, rasio harga saham terhadap nilai buku atau price to book value (PBV) PTSN diperkirakan berada di level 0,79 kali.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, PBV di bawah 1 kali tidak serta-merta menunjukkan saham berada dalam kondisi undervalued atau memiliki harga yang lebih rendah daripada nilai wajarnya.
“Mencermati laporan keuangan PTSN per Juni 2026 dan asumsi harga saham Rp346, estimasi PBV PTSN berada di sekitar 0,79 kali. Namun demikian, PBV di bawah 1 kali tidak serta-merta saham tersebut dapat dikatakan undervalued,” ujar Herditya dikutip risetnya Jumat (23/10/2026).
Menurut dia, penilaian valuasi saham perlu mempertimbangkan perkembangan kinerja keuangan perseroan, terutama kemampuan menjaga margin dan meningkatkan laba. Hal ini menjadi penting karena pertumbuhan pendapatan PTSN pada semester I-2026 belum diikuti perbaikan profitabilitas.
“Menurut kami, valuasi PTSN perlu dicermati bersamaan dengan kemampuan perusahaan menjaga margin, meningkatkan laba, dan memperbaiki arus kas operasional,” kata Herditya.