Sementara itu, beban keuangan meningkat menjadi USD622.156. Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak PTSN turun menjadi USD8,64 juta pada semester I-2025. Setelah dikurangi pajak penghasilan sebesar USD4,69 juta.
PBV PTSN di Bawah 1 Kali
Di pasar saham, pergerakan PTSN turut menjadi perhatian setelah sahamnya menguat tajam. Di mana pada Jumat (23/10/2026), saham PTSN naik 24,46 persen ke level Rp346.
Kenaikan saham PTSN tersebut terjadi di tengah munculnya wacana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada sedikitnya 25 juta warga dewasa yang masuk kelompok desil 1–4.
Rencana tersebut dikaitkan dengan upaya melengkapi rekening digital untuk penyaluran bantuan sosial dan bantuan langsung tunai (BLT).
Jika harga per unit Rp1,1 juta saja, maka dibutuhkan biaya pengadaan sekitar Rp27,61 triliun untuk program tersebut. Jumlah ini cukup besar dan akan memberikan keuntungan bagi PTSN. PTSN disebut menjadi pihak yang diuntungkan untuk assembly dan production program tersebut.