Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, perseroan mengungkapkan alokasi dana buyback maksimal Rp5 triliun.
Manajemen sejumlah emiten menegaskan penggunaan dana untuk buyback tidak akan mengganggu kegiatan operasional maupun kebutuhan investasi perusahaan.
Meski demikian, besaran dana yang disiapkan tidak selalu berarti seluruh alokasi akan terserap karena realisasi pembelian bergantung pada pelaksanaan program dan kondisi pasar.
Gejolak MSCI Picu Kekhawatiran Arus Dana Asing
Ramainya aksi buyback tersebut berlangsung setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan tajam menyusul pengumuman MSCI mengenai konsultasi publik atas kemungkinan penurunan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026) pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,57 persen ke level 5.185,10.