IDXChannel – Fitch Ratings memperkirakan pasar surat utang Indonesia (debt capital market/DCM) terus tumbuh hingga mendekati USD800 miliar (Rp14.404 triliun) pada akhir 2026.
Namun, tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk ancaman penurunan status pasar saham Indonesia oleh MSCI, menjadi salah satu risiko yang turut dipantau lembaga pemeringkat tersebut.
Dalam laporan yang dirilis pada 18 Oktober 2026, Fitch mencatat nilai surat utang Indonesia mencapai USD768 miliar pada akhir kuartal III-2026, tumbuh 6,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sukuk menyumbang sekitar 18 persen dari total surat utang yang beredar.
Meski nilai pasar terus meningkat, penerbitan surat utang sepanjang sembilan bulan pertama 2026 justru turun 18 persen secara tahunan menjadi USD144 miliar. Dari jumlah tersebut, 31 persen merupakan penerbitan sukuk.
Pemerintah masih mendominasi pasar dengan kontribusi sekitar 90 persen dari total penerbitan surat utang.