Trump sebelumnya menyatakan AS dapat menggunakan bom konvensional berdaya ledak terbesar, tetapi tidak akan menggunakan senjata nuklir.
Trump juga mengatakan perang dengan Iran dapat segera berakhir.
Di sisi lain, Iran menyatakan telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan.
Ketegangan juga meningkat di Selat Hormuz, sementara kedua pihak masih belum menunjukkan kesiapan untuk memberikan konsesi terkait program nuklir Iran maupun tekanan ekonomi yang diberlakukan AS.
Zernov menilai risiko utama bagi pasar minyak berasal dari potensi serangan Iran terhadap fasilitas minyak di kawasan tersebut apabila operasi militer AS kembali dilanjutkan.
"Jika AS melanjutkan operasi militer, Iran dapat menyerang fasilitas minyak di kawasan, yang menjadi ancaman utama bagi pasar minyak," kata Zernov.