Kemudian, UNVR dipilih karena proses restrukturisasi dinilai telah selesai dan perusahaan berpotensi mencatat pertumbuhan yang lebih cepat dengan tingkat pembayaran dividen yang tinggi.
Sementara EXCL dinilai memiliki prospek yang ditopang kondisi harga di industri yang lebih mendukung.
Untuk sektor poultry, JPFA menjadi pilihan CGSI seiring kuatnya harga ayam pedaging, sedangkan retailer MAPA dinilai menarik dari sisi valuasi dan pertumbuhan.
WIIM juga dipilih karena prospek kebijakan cukai yang dinilai mendukung, dengan valuasi sekitar empat kali price-to earnings ratio alias P/E untuk tahun buku 2027, dividend yield 12 persen, dan free cash flow yield 21 persen.
CGSI tidak lagi memasukkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dalam daftar pilihan utama untuk mengurangi eksposur terhadap saham-saham yang sensitif terhadap siklus ekonomi. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.