Mirae mencatat PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memiliki visibilitas kuota yang relatif kuat dengan valuasi sekitar 7,0-8,4 kali laba. PT Petrosea Tbk (PTRO) juga dinilai menjadi jalur tidak langsung terhadap strategi konsolidasi CUAN.
Namun, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, terutama karena ketentuan transaksi BYAN dan SINI masih bersifat bersyarat serta belum sepenuhnya diungkapkan.
Perubahan kepemilikan saham juga memerlukan persetujuan menteri ESDM.
Selain itu, kajian BEI mengenai batas harga di pasar negosiasi berpotensi memengaruhi transaksi BYAN.
Untuk FORU, penerbitan 215,1 miliar saham baru akan meningkatkan jumlah saham beredar secara signifikan.
Mirae menyatakan pandangannya terhadap transaksi-transaksi tersebut perlu dievaluasi kembali apabila alokasi RKAB 2027 dilonggarkan secara material atau harga transaksi BYAN diumumkan mendekati level harga pasar saat ini. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.