Pada harga perdagangan pertama setelah ex-rights sebesar Rp176, kapitalisasi pasar FORU setelah penambahan modal mencapai sekitar Rp37,9 triliun.
Nilai tersebut setara sekitar 1,8 kali nilai kontribusi 49 persen kepemilikan di Borneo Prima yang dinyatakan dalam transaksi.
Menurut Fauzan, pentingnya akses terhadap aset batu bara semakin meningkat seiring terbatasnya kuota produksi. RKAB 2026 berada di kisaran 580 juta ton, jauh di bawah realisasi produksi sekitar 790 juta ton pada 2025.
Karena itu, visibilitas kuota dan kepatuhan terhadap ketentuan produksi menjadi faktor yang semakin penting bagi perusahaan batu bara.
Sejumlah transaksi terbaru juga memperlihatkan bagaimana pelaku usaha dapat memperoleh eksposur terhadap sektor tersebut melalui pembelian saham minoritas, konsolidasi perusahaan hingga penyuntikan aset.