Berdasarkan perjanjian bersyarat yang ditandatangani pada 16 September, Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.
Nilai transaksi dan waktu penyelesaiannya belum diungkapkan.
Sementara itu, Low Tuck Kwong tetap menjadi pengendali BYAN dengan kepemilikan gabungan sebesar 32,25 persen bersama Elaine Low.
Transaksi tersebut juga diperkirakan tidak diikuti kewajiban penawaran tender wajib maupun perubahan susunan dewan.
Dari sisi operasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha BYAN pada 23 September. Persetujuan tersebut menambah kuota produksi sekitar 15-20 juta ton. Sehari kemudian, status force majeure juga dicabut.
ESDM menyatakan persetujuan RKAB tersebut tidak berkaitan dengan perubahan kepemilikan saham BYAN.