CGSI mempertahankan rekomendasi overweight terhadap sektor telekomunikasi Indonesia, didukung perbaikan harga layanan, permintaan data yang relatif kuat, serta valuasi yang dinilai menarik.
Sektor tersebut saat ini diperdagangkan pada 3,7 kali EV/EBITDA forward 12 bulan, sekitar 2,5 standar deviasi di bawah rata-rata lima tahunnya.
Risiko utama sektor ini mencakup melemahnya disiplin harga, meningkatnya biaya pembangunan jaringan 5G, serta persaingan yang semakin ketat di bisnis fixed broadband.
Sebaliknya, katalis re-rating dapat berasal dari percepatan perbaikan harga layanan seluler, monetisasi aset fixed wireless access (FWA) yang lebih kuat, serta potensi divestasi aset non-seluler.
“Investasi AI dan data center memberikan peluang pertumbuhan tambahan, tetapi kontribusi yang berarti terhadap laba masih membutuhkan waktu untuk terealisasi,” tulis CGSI. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.