Di antara emiten telekomunikasi, CGSI menilai PT Indosat Tbk (ISAT) memiliki eksposur paling kuat terhadap ekosistem AI-ready data center di Indonesia.
ISAT memiliki eksposur di sejumlah mata rantai ekosistem tersebut melalui anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta, yang memiliki platform NVIDIA Cloud Partner (NCP) dan menyediakan akses GPU NVIDIA untuk layanan AI cloud.
ISAT juga memiliki saham minoritas di BDx Indonesia, salah satu operator data center besar di Indonesia, serta berinvestasi di Zankore, AI Neocloud yang menargetkan kapasitas 1 GW pada 2030.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga dinilai memiliki posisi yang kuat melalui jaringan data center NeutraDC, aset backbone fiber InfraNexia, serta jaringan kabel bawah laut Telkom Indonesia International (Telin).
TLKM juga ditopang oleh kemampuan menghasilkan arus kas bebas yang solid.
Meski demikian, CGSI menilai kontribusi AI dan investasi data center terhadap laba emiten telekomunikasi belum akan terasa dalam waktu dekat.