Dari sisi listrik, Indonesia dinilai memiliki keunggulan potensial. CGSI memperkirakan Indonesia memiliki sekitar 15 gigawatt (GW) kapasitas listrik berlebih pada 2025 yang secara teori dapat menopang sekitar 6,5 GW tambahan permintaan dari data center.
Sementara itu, Indonesia Data Centre Providers Association (IDPRO) memproyeksikan kapasitas data center terpasang di Indonesia mencapai 12 GW pada 2030, dibandingkan sekitar 650 megawatt (MW) per September 2026.
Penilaian bottom-up CGSI terhadap 10 operator data center utama di Indonesia menunjukkan kapasitas operasional mencapai 534 MW. Selain itu, terdapat 1,1 GW kapasitas yang sedang dalam pembangunan dan sekitar 3,6 GW potensi kapasitas yang dapat dikembangkan secara bertahap.
Pendanaan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mengejar peluang tersebut.
Berdasarkan data CEIC yang dikutip CGSI, outstanding loan sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencapai Rp46 triliun hingga Juli 2026, melonjak dibandingkan Rp7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.