IDXChannel - Indonesia berpeluang menjadi salah satu tujuan ekspansi pusat data (data center/DC) di Asia Tenggara seiring semakin terbatasnya ketersediaan listrik di Singapura dan Malaysia.
Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat pengembangan ekosistem data center berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Bob Setiadi dan Elizabeth Noviana menilai Indonesia saat ini berada pada tahap perkembangan yang relatif serupa dengan Malaysia pada awal siklus ekspansi data center pada 2022.
Dalam riset yang terbit pada 12 Oktober 2026, keduanya menyebut pelaku industri di Singapura mulai mengeksplorasi ekspansi ke Jepang akibat keterbatasan pasokan listrik. Sementara itu, Johor Corporation juga mengamati adanya pelanggan data center yang mulai mempertimbangkan ekspansi ke negara Asia Tenggara lainnya demi memperoleh akses listrik.
“Dengan kondisi tersebut, perhatian investor diperkirakan semakin mengarah pada peluang AI Neocloud di Indonesia,” tulis Bob dan Elizabeth dalam riset tersebut.