“Gencatan senjata di Timur Tengah masih sulit tercapai, sementara kembali pecahnya permusuhan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran akan memastikan serangan terhadap infrastruktur energi dan kapal terus berlanjut. Kondisi ini menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi,” kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga.
CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan dalam konferensi Energy Intelligence bahwa pasokan minyak mentah dan bahan bakar olahan diperkirakan tetap ketat.
Menurut dia, pengisian kembali stok minyak global setelah penarikan cadangan darurat dapat memerlukan waktu hingga dua tahun. (Aldo Fernando)