Sementara itu, negara-negara G7 pada Jumat sepakat melepas 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat.
Mereka juga berkomitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi setelah mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump.
Namun, analis Raymond James Pavel Molchanov mengatakan pasar masih skeptis karena belum jelas berapa banyak minyak yang dijanjikan dalam kesepakatan baru tersebut berasal dari sisa volume pelepasan cadangan darurat sebesar 400 juta barel yang dikoordinasikan oleh International Energy Agency (IEA) dan diumumkan pada Maret.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pekan lalu bahwa negara-negara anggota telah melepaskan sekitar dua pertiga dari total 400 juta barel yang disepakati.
Perusahaan minyak asal Inggris BP telah menyesuaikan operasional kilangnya untuk meningkatkan produksi diesel. Hal tersebut disampaikan CEO BP Meg O'Neill dalam konferensi Energy Intelligence di London, Senin.