IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat seleksi perusahaan yang mengajukan penawaran umum perdana saham (IPO).
Tingkat penolakan terhadap calon emiten kini mencapai sekitar 60 persen, naik signifikan dari sebelumnya 20-30 persen.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi bursa untuk lebih mengutamakan kualitas emiten dibandingkan mengejar jumlah perusahaan yang melantai di pasar modal.
Pengetatan seleksi ini turut tercermin dari tren jumlah IPO yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, sebanyak 79 perusahaan mencatatkan saham di BEI. Jumlah tersebut turun menjadi 41 emiten pada 2024 dan kembali menyusut menjadi 26 emiten pada 2025.
Sementara hingga berjalan 2026, baru tujuh perusahaan yang melakukan IPO. Jumlah tersebut masih jauh dari target BEI sebanyak 50 emiten baru tahun ini, sehingga target tersebut berpeluang direvisi.